Karakteristik Blended Learning dalam Pembelajaran



Perkembangan Tekonologi Informasi dan komunikasi mengalami perkembangan secara cepat dan pesat, sudah dapat diperkirakan akan terjadi beberapa perubahan dibidang informasi maupun bidang komunikasi. Beberapa contoh perkembangan TIK dalam bidang pendidikan, yaitu dimungkinkanya diadakan pembalajaran jarak jauh antara mahasiswa dengan dosenya mengunakan beberapa media elektronika misal melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas secara online/ via e-mail, semua ini mungkin dilaukan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Pembelajaran jarak jauh atau merupakan perpaduan antara pembelajaran online dengan konveksional sehingga sering disebut dengan blended learning atau pembelajaran campuran. Kata blended learning berasal dari bahasa inggris yang terdiri dari dua suku kata, blended dan learning. Blended berarti campuran atau kombinasi, sedangkan learning berarti pembelajaran. Jadi blended learning dapat diartikan pembelajaran campuran. Menurut Sukarno (2011): blanded learning memiliki tiga makna antara lain: 1) perpaduan/integrasi pembelajaran tradisional dengan pendekatan berbasis web on-line; 2) kombinasi media dan peralatan (misalnya buku teks) yang digunakan dalam lingkungan elearning, dan 3) kombinasi dari sejumlah pendekatan belajar-mengajar terlepas dari teknologi yang digunakan.
Dalam metode pembelajaran blended learning untuk mendukung terlaksanya proses pembelajaran yang efektif harus dengan pemilihan media yang efektif. Selain itu fungsi dari media pembelajaran juga berpengaruh dalam kunci keberhasilan pelaksanaan pendidikan. Menurut Nana (2001), media pengajaran merupakan salah satu unsur penting dalam belajar dan pembelajaran yang dapat mempertinggi proses belajar, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar. Dalam metode blended learning media yang biasa digunakan ialah , teknologi cetak, teknologi audio, teknologi audio visual, teknologi komputer, dan teknologi m-learning (mobile learning).
Blended learning sebagai metode pembelajaran memiliki beberapa kriteri. Menurut Rosenberg (2001) dalam Rusman (2013: 349) mengkategorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning adalah sebagai berikut: 1) e-learning bersifat jaringan yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan dan sharing pembelajaran dan informasi; 2) e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet; 3) e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigma dalam pelatihan.
Saat ini, pembelajaran berbasis blended learning dilakukan dengan menggabungkan pembelajaran tatap muka, teknologi cetak, teknologi audio, teknologi audio visual, teknologi komputer, dan teknologi m-learning (mobile learning). Dalam blended learning terdapat enam unsur yang harus ada, yaitu: (1) tatap muka (2) belajar mandiri, (3) aplikasi, (4) tutorial, (5) kerjasama, dan (6) evaluasi. Selain ke 6 unsur tadi blended learning sebagai metode pembelajaran juga memiliki karakteristik tersendiri, adapun karakteristiknya yaitu sebagai berikut:
  1. Pembelajaran yang mengabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam.
  2. Sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri via online
  3. Pembelajaran didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajara
  4. Guru dan orang tua peserta belajar memilki peran yang sama penting, guru sebagai fasilator, dan orang tua sebagai pendukung.
Selain karakteristik yang ada di atas, Soekartawi (2013) juga memberikan ciri-ciri lebih spesifik mengenai blended learning, yaitu:

a.       Kegiatan belajar terpisah dengan kegiatan pembelajaran.
b.     Selama proses belajar siswa selaku peserta didik dan guru selaku pendidik terpisahkan oleh tempat, jarak geografis dan waktu atau kombinasi dari ketiganya.
c.   Karena siswa dan guru terpisah selam pembelajaran, maka komunikasi diantara keduanya dibantu dengan media pembelajaran, baik media cetak (bahan ajar berupa modul) maupun media elektronika (CD-ROM, VCD), telepon, radio, video, televivi, dan computer.
d.      Jasa pelayanaan disediakan baik untuk siswa maupun untuk guru, misalnya resource learning center atau pusat sumber belajar, bahan ajar, infrakstruktur pembelajaran. Dengan demikian baik siswa maupun guru tidak harus mengusahakan sendiri keperluaan dalam proses belajar mengajar.
e.    Komunikasi antar siswa dan guru dapat dilakukan baik melalui cara komunikasi satu arah maupun dua arah (two-ways communication), contoh komunikasi dua arah ini ialah: teleconfrensing, video confrensing, emodorating, dsb)
f.       Proses belajar mengajar pada pendidikan jarak jauh masih dimungkinkan dengan melakukan pertemuan tatap muka (tutorial), walapun itu bukan suatu keharusan.
g.  Selama kegiatan belajar siswa lebih cenderung membentuk kelompok belajar, walapun sifatnya tidak tepat dan tidak wajib.
h.      Karena hal-hal yang disebutkan diatas maka peran guru lebih bersifat sebagai fasilitator dan siswa bertindak sebagai participant.

Dari penjelasan mengenai unsur, karakteristik dan ciri blended learning diatas, tentunya dalam pelaksanaan blended learning memiliki kelebihan dan keungulan diantaranya sebagai berikut:
Kelebihan Blended learning: a) Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi b) Pembelajaran lebih efektif dan efisien. c) Meningkatkan aksesbiltas. Dengan adanya Blended Learning maka peserta belajar semakin mudah dalam mengakses materi pembelajaran.
Adapun kekurangan dari blanded learning a) Media yang dibutuhkan sangat beragam, sehingga sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung. b) Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet. Padahal dalam Blended Learning diperlukan akses internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online. d) Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi. e) Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet.


Daftar pustaka

Nana Sudjana, dan Ahmad Rivai.(2001). Media Pengejaran. Jakarta : Sinar Baru Algesindo

Rusman, dkk. (2013). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Raja gravindo persada.
Soekartawi, A. Haryono dan F. Librero, (2002), Greater Learning Opportunities Through Distance Education: Experiences in Indonesia and the Philippines. Southeast Journal of Education.
Sukarno. (2011).  BLENDED LEARNING SEBUAH ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN         MAHASISWA PROGRAM SARJANA (S-1) KEPENDIDIKAN BAGI GURU DALAM JABATA. Jurnal 






Comments

Popular posts from this blog

CONTOH RANCANGAN KURIKULUM

Desa Wayang Kepuhsari, Desa Sentral Industri Wayang Kulit di Kab. Wonogiri